Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 16 Juni 2015 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Selasa, 16 Juni 2015 menyajikan perpaduan sistem kalender 29 Syakban 1436 serta tradisi Jawa Selasa Legi yang memiliki bobot neptu 8.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Gemini serta pengaruh shio Kambing Logam, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Selasa

Hari ke

167 / 365

Minggu ke

25

Sisa hari

198

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

29 Syakban 1436 H

Bulan ke

0 ยท Syakban

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

29 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Gemini

21 Mei - 20 Juni

Elemen

Udara

Sifat

Ganda (Mutable)

Planet

Merkurius

Shio

Kambing

Shio Tahun 2015

Elemen

Logam

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Selasa Legi

Selasa ยท urip 3 + Legi ยท urip 5 = Neptu 8

Tahun Jawa

1948

Windu Sengara

Wuku (Siklus Mingguan)

Bala

Pancasuda

Wasesa Segara

Pemaaf, suka menolong, berwibawa

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara - Siklus 1 hari
Dwiwara Pepet Siklus 2 hari
Triwara Pasah Siklus 3 hari
Caturwara Menala Siklus 4 hari
Pancawara Wage Pasaran
Sadwara Paniron Paringkelan
Saptawara Soma Ganti Hari
Astawara Uma Padewan
Sangawara Dangu Padangon
Dasawara Raja Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 16 Juni 2015

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 16 Juni 2015 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 16 Juni 2015 secara pasti jatuh pada hari Selasa. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Selasa Legi dan bernaung di bawah payung wuku Bala.

Apakah secara resmi tanggal 16 Juni 2015 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 16 Juni 2015 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 16 Juni 2015 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 16 Juni 2015 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 29 Syakban 1436 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 16 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Gemini โ™Š. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Udara.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2015 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2015 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kambing ๐Ÿ. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Selasa Legi?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Selasa Legi tersebut adalah sebesar 8. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Selasa (yakni sebesar 3) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Legi (yakni sebesar 5).