Kalender Indonesia
Kalender 21 Juni 2015 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap penanggalan pada hari Minggu, 21 Juni 2015 menyajikan perpaduan sistem kalender 5 Ramadhan 1436 serta tradisi Jawa Minggu Legi yang memiliki bobot neptu 10.
Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Cancer serta pengaruh shio Kambing Logam, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).
Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
172 / 365
Minggu ke
25
Sisa hari
193
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
5 Ramadhan 1436 H
Bulan ke
9 ยท Ramadhan
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
5 / Siklus Bulan
Zodiak
Cancer
21 Juni - 22 Juli
Elemen
Air
Sifat
Kardinal
Planet
Bulan
Shio
Kambing
Shio Tahun 2015
Elemen
Logam
Kalender Jawa
Weton
Minggu Legi
Tahun Jawa
1948
Windu Sengara
Wuku (Siklus Mingguan)
Wugu
Pancasuda
Satria Wibawa
Berkharisma, dihormati orang banyak
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Saddha
Fenomena Alam
Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari
Panduan Pertanian
Tanam palawija gelombang kedua
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | Luang | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Menga | Siklus 2 hari |
| Triwara | Kajeng | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Sri | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Wage | Pasaran |
| Sadwara | Urukung | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Ludra | Padewan |
| Sangawara | Erangan | Padangon |
| Dasawara | Sato | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 21 Juni 2015
Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 21 Juni 2015 menurut berbagai sistem penanggalan?
Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 21 Juni 2015 secara pasti jatuh pada hari Minggu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Minggu Legi dan bernaung di bawah payung wuku Wugu.
Apakah secara resmi tanggal 21 Juni 2015 ditetapkan sebagai hari libur?
Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 21 Juni 2015 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama. Meskipun begitu, karena momen ini bertepatan dengan hari Minggu di akhir pekan, maka mayoritas perkantoran komersial maupun instansi pendidikan sekolah umumnya akan tetap tutup alias libur.
Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 21 Juni 2015 dalam kalender Hijriah Islam?
Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 21 Juni 2015 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 5 Ramadhan 1436 H.
Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Juni ini?
Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 21 Juni ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Cancer โ. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Air.
Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2015 ini?
Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2015 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kambing ๐. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.
Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Minggu Legi?
Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Minggu Legi tersebut adalah sebesar 10. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Minggu (yakni sebesar 5) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Legi (yakni sebesar 5).