Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 24 April 2015 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Jumat, 24 April 2015 menyajikan perpaduan sistem kalender 6 Rajab 1436 serta tradisi Jawa Jumat Pon yang memiliki bobot neptu 13.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Taurus serta pengaruh shio Kambing Logam, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Saddha dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Jumat

Hari ke

114 / 365

Minggu ke

17

Sisa hari

251

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

6 Rajab 1436 H

Bulan ke

7 ยท Rajab

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

6 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Taurus

20 April - 20 Mei

Elemen

Bumi

Sifat

Teted (Fixed)

Planet

Venus

Shio

Kambing

Shio Tahun 2015

Elemen

Logam

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Jumat Pon

Jumat ยท urip 6 + Pon ยท urip 7 = Neptu 13

Tahun Jawa

1948

Windu Sengara

Wuku (Siklus Mingguan)

Kuruwelut

Pancasuda

Satria Wirang

Sering mendapat kesulitan atau rintangan berat

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Saddha

41 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Air surut, udara dingin bertiup pada pagi hari

Panduan Pertanian

Tanam palawija gelombang kedua

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Beteng Siklus 3 hari
Caturwara Jaya Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Was Paringkelan
Saptawara Wrespati Ganti Hari
Astawara Guru Padewan
Sangawara Jangur Padangon
Dasawara Sri Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 24 April 2015

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 24 April 2015 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 24 April 2015 secara pasti jatuh pada hari Jumat. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Jumat Pon dan bernaung di bawah payung wuku Kuruwelut.

Apakah secara resmi tanggal 24 April 2015 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 24 April 2015 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 24 April 2015 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 24 April 2015 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 6 Rajab 1436 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan April ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 24 April ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Taurus โ™‰. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Bumi.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2015 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2015 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kambing ๐Ÿ. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Jumat Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Jumat Pon tersebut adalah sebesar 13. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Jumat (yakni sebesar 6) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).