Kalender Indonesia

klik untuk ganti tanggal

Kalender 22 Agustus 2015 Lengkap dengan Tanggal Merah

Informasi lengkap penanggalan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2015 menyajikan perpaduan sistem kalender 8 Zulkaidah 1436 serta tradisi Jawa Sabtu Pon yang memiliki bobot neptu 16.

Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Leo serta pengaruh shio Kambing Logam, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Karo dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).

Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.

Informasi Tanggal

Hari

Sabtu

Hari ke

234 / 365

Minggu ke

34

Sisa hari

131

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

8 Zulkaidah 1436 H

Bulan ke

0 ยท Zulkaidah

Berdasarkan siklus rembulan

Tanggal

8 / Siklus Bulan

Berdasarkan konversi kalender Masehi standar ke sistem penanggalan Hijriah.

Zodiak

Leo

23 Juli - 22 Agustus

Elemen

Api

Sifat

Teted (Fixed)

Planet

Matahari

Shio

Kambing

Shio Tahun 2015

Elemen

Logam

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi secara merata.

Kalender Jawa

Weton

Sabtu Pon

Sabtu ยท urip 9 + Pon ยท urip 7 = Neptu 16

Tahun Jawa

1948

Windu Sengara

Wuku (Siklus Mingguan)

Kurantil

Pancasuda

Tunggak Semi

Rejeki mudah mengalir, murah sandang pangan

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Siklus Pranata Mangsa

Karo

23 hari ยท Ketiga (Musim Kemarau)

Fenomena Alam

Tanah retak membelah (Nela)

Panduan Pertanian

Menanam kacang dan palawija lain

Wewaran (Siklus Hari)

Siklus Nama Keterangan
Ekawara Luang Siklus 1 hari
Dwiwara Menga Siklus 2 hari
Triwara Beteng Siklus 3 hari
Caturwara Jaya Siklus 4 hari
Pancawara Umanis Pasaran
Sadwara Was Paringkelan
Saptawara Sukra Ganti Hari
Astawara Guru Padewan
Sangawara Ogan Padangon
Dasawara Sri Siklus 10 hari

Pertanyaan Seputar 22 Agustus 2015

Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 22 Agustus 2015 menurut berbagai sistem penanggalan?

Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 22 Agustus 2015 secara pasti jatuh pada hari Sabtu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Sabtu Pon dan bernaung di bawah payung wuku Kurantil.

Apakah secara resmi tanggal 22 Agustus 2015 ditetapkan sebagai hari libur?

Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 22 Agustus 2015 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama.

Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 22 Agustus 2015 dalam kalender Hijriah Islam?

Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 22 Agustus 2015 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 8 Zulkaidah 1436 H.

Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Agustus ini?

Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 22 Agustus ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Leo โ™Œ. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Api.

Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2015 ini?

Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2015 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kambing ๐Ÿ. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.

Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Sabtu Pon?

Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Sabtu Pon tersebut adalah sebesar 16. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Sabtu (yakni sebesar 9) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Pon (yakni sebesar 7).