Kalender Indonesia
Kalender 9 Agustus 2015 Lengkap dengan Tanggal Merah
Informasi lengkap penanggalan pada hari Minggu, 9 Agustus 2015 menyajikan perpaduan sistem kalender 24 Syawal 1436 serta tradisi Jawa Minggu Kliwon yang memiliki bobot neptu 13.
Secara astrologi dan elemen keberuntungan, hari ini dinaungi oleh zodiak Leo serta pengaruh shio Kambing Logam, sementara kondisi alam ditandai dengan periode Karo dalam siklus Ketiga (Musim Kemarau).
Terkait agenda publik dan hari besar, status hari ini tercatat sebagai Tanggal ini bukan merupakan hari libur nasional., menjadikannya rujukan komprehensif bagi Anda yang membutuhkan data akurat untuk menentukan hari baik, kegiatan adat, maupun perencanaan aktivitas harian.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
221 / 365
Minggu ke
32
Sisa hari
144
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
24 Syawal 1436 H
Bulan ke
10 ยท Syawal
Berdasarkan siklus rembulan
Tanggal
24 / Siklus Bulan
Zodiak
Leo
23 Juli - 22 Agustus
Elemen
Api
Sifat
Teted (Fixed)
Planet
Matahari
Shio
Kambing
Shio Tahun 2015
Elemen
Logam
Kalender Jawa
Weton
Minggu Kliwon
Tahun Jawa
1948
Windu Sengara
Wuku (Siklus Mingguan)
Ukir
Pancasuda
Satria Wirang
Sering mendapat kesulitan atau rintangan berat
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Siklus Pranata Mangsa
Karo
Fenomena Alam
Tanah retak membelah (Nela)
Panduan Pertanian
Menanam kacang dan palawija lain
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | - | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Pepet | Siklus 2 hari |
| Triwara | Pasah | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Laba | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Pon | Pasaran |
| Sadwara | Paniron | Paringkelan |
| Saptawara | Saniscara | Ganti Hari |
| Astawara | Brahma | Padewan |
| Sangawara | Dangu | Padangon |
| Dasawara | Danawa | Siklus 10 hari |
Pertanyaan Seputar 9 Agustus 2015
Jatuh pada hari apakah rincian tanggal 9 Agustus 2015 menurut berbagai sistem penanggalan?
Apabila merujuk secara langsung pada kalender masehi standar, tanggal 9 Agustus 2015 secara pasti jatuh pada hari Minggu. Sementara itu, apabila kita bedah menggunakan sistem penanggalan komprehensif kalender Jawa, tanggal ini bertepatan secara persis dengan hari pasaran Minggu Kliwon dan bernaung di bawah payung wuku Ukir.
Apakah secara resmi tanggal 9 Agustus 2015 ditetapkan sebagai hari libur?
Jawabannya adalah tidak. Menurut SKB ketetapan kalender resmi, tanggal 9 Agustus 2015 bukanlah tergolong sebagai hari libur nasional dan juga tidak dijadwalkan sebagai cuti bersama. Meskipun begitu, karena momen ini bertepatan dengan hari Minggu di akhir pekan, maka mayoritas perkantoran komersial maupun instansi pendidikan sekolah umumnya akan tetap tutup alias libur.
Jika dikonversikan secara presisi, bertepatan dengan tanggal berapakah 9 Agustus 2015 dalam kalender Hijriah Islam?
Dalam sistem penanggalan kalender Islam (Hijriah) yang mengacu pada fase peredaran bulan mengelilingi bumi, ketetapan waktu untuk tanggal Masehi 9 Agustus 2015 secara matematis dikonversi menjadi persis tanggal 24 Syawal 1436 H.
Termasuk ke dalam klasifikasi zodiak apakah rentang kelahiran di bulan Agustus ini?
Seseorang yang secara istimewa lahir pada rentang periode di sekitar tanggal 9 Agustus ini dipastikan akan berada kokoh pada naungan konstelasi zodiak Leo โ. Mereka yang memegang lambang zodiak ini diyakini memiliki karakter inti yang senantiasa didorong oleh kekuatan elemen Api.
Apa shio yang mengendalikan dan memayungi perjalanan sepanjang siklus tahun 2015 ini?
Bagi orang-orang yang kelahirannya terjadi di sepanjang kemunculan tahun 2015 ini, mereka tergolong dan diakui memiliki simbol identitas shio Kambing ๐. Penentuan lambang shio ini sejatinya secara teratur bekerja dan berotasi berdasarkan siklus perputaran 12 lambang hewan di dalam ilmu astrologi tradisional Tionghoa.
Bagaimana rincian kalkulasi total jumlah hitungan neptu untuk weton Jawa Minggu Kliwon?
Berdasarkan rumusan kalkulasi ilmu luhur kuno yang tertuang di dalam kitab kalender Primbon Jawa, jumlah akumulasi neptu keseluruhan untuk weton Minggu Kliwon tersebut adalah sebesar 13. Nilai akhir skor peruntungan ini sejatinya didapatkan dengan cara menjumlahkan besaran nilai urip pakem dari komponen hari Minggu (yakni sebesar 5) dengan rincian nilai sakral dari komponen pasaran Kliwon (yakni sebesar 8).